NAGA PUTIH DARI GUA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ada sebuah eksplorasi di Bella, Harr Hoffman menemukan seekor binatang yang disebutnya “Bayi Naga Putih”. Binatang ini ditangkap dan dipamerkan di Kota Vrhnikadi Slovenia Selatan, bekas Yugoslavia, tahun 1685.

Hal ini terdengar oleh Baron Valvasor yang mengamati hal-hal aneh seperti ini dan langsung datang ke Vrhnika. Binatang itu dikatakan mirip kadal, sepanjang tangan, tidak mampu menyempurkan api. Valvasor membuat sebuah artikel tentangnya dan membuatnya dikenal di dunia Zoologi. Amphibi ini merupakan binatang yang terbesar yang hidup di aliran bawah tanah di Eropa dengan panjang 25 cm. Nama naganya berakhir setelah abad XVIII diberi nama ilmiah Proteus Anguinis (Anguis = ular (latin), Proteus = Dewa Yunani Protèe ).

Saat itu binatang ini dapat ditemukan dan hidup dengan aman dalam gua di sebuah pegunungan Karst di Slovenia. Moncongnya berbentuk kotak, kepala dan badannya seperti ular, ekornya mirip belut, memiliki 4 kaki kecil dan panjang, dengan 3 buah jari di kaki depan dan 2 buah jari di kaki belakang. Pada sisi kepalanya ada semacam jengger berwarna merah yang berfungsi sebagai insang. Sedang kulitnya berwarna putih-rose seperti warna kulit manusia, bisa berumur sampai 60 tahun dengan beberapa kali melakukan reproduksi. Masa kematangan seksual antara umur 14 – 16 tahun. Masa subur : 20 – 30 tahun. Ketika berada dekat dengan cahaya dia akan mengalami perubahan warna akibat adanya penyebaran pigmen di sepanjang punggung oleh sel yang disebut Melanophore. Pada umur 2 –3 bulan setelah lahir warnanya masih agak coklat. Menurut para biologis, nenek moyang Proteus menyerupai Necturus yang ada di sungai-sungai Amerika Utara.

Keadaan gelap total di dalam gua membuat matanya tidak bisa berfungsi, sehingga dapat dikatakan binatang ini buta. Indera penglihatannya kecil dan tertutup kulit, tidak mampu melihat cahaya namun bisa merasakan adanya cahaya. Pada umur-umur awal saat terjadi perubahan dari embrio menjadi larva ( 110 –120 hari ) kornea, retina dan Cristallin tumbuh normal dengan organ lengkap. Tapi kemudian mengalami kemunduran dalam perkembangannya ( adaptasi negatif ), kerja sel menurun lalu mata perlahan-lahan menjadi buta.

Binatang ini mengimbangi kemampuan melihatnya yang rendah, melalui Chemorecopsi yang bagus atau dengan kata lain daya penciuman tajam. Di air dia dapat mengenali bau dari makanan kesukaannya yaitu larva

Chironomidale.atau udang Bannarus. Hal ini dibuktikan oleh Jacques Durand di CNRS di laboratorium bawah tanah di Moulis ( Ariège ) tempat hidup dari ± 400 ekor Proteus. Satu ekor dimasukkan ke dalam sebuah akuarium yang diberi 2 buah pancuran air. Dari pancuran pertama keluar air biasa dan dari pancuran kedua keluar air yang berisikan mangsanya. Ternyata binatang ini langsung mengintai di dekat pancuran kedua.

Ada juga yang memasukkan binatang ini kedalam jenis ikan karena indera penglihatannya berupa garis samping ( Lateral ). Pada kulitnya terutama sekitar lubang hidung, mulut, kening, terdapat bulu-bulu getar yang berhubungan dengan sistem saraf, sehingga ketika berada dekat dengan benda, binatang sejenis, atau mangsanya, bulu getar itu mampu menangkap gelombang yang ditimbulkan oleh benda disekelilingnya.

Dalam susunan Urodele yang dimilikinya (pada Salamander dan Triton ), Proteus dan Necturus dapat dikatakan unik. Dia mampu tetap kelihatan muda sepanjang hidupnya. Biasanya larva amphibi melengkapi daur hidupnya sampai stadium dewasa seperti pada cebong – katak. Ditandai dengan hilangnya insang yang menyaring oksigen di air yang digantikan oleh paru-paru. Paru-parunya tumbuh baik dengan adanya 2 rongga dada, tanpa cabang tenggorok, tanpa jaringan jalan darah. Namun pada indera penglihatan, organ tubuh ini tidak berfungsi, dan apabila dalam kondisi tanpa air pada waktu yang lama, mereka akan cepat mati lemas. Neothenie adalah suatu istilah yang dapat dipakai untuk menggambarkan daur Proteus.

Carl von Lineé, Bapak klasifikasi Zoologi,tertarik untuk mempelajari binatang ini. Adanyapenemuan binatang amphibi di Mexico yang diberinama Axolotl makin memperkuat dugaan Lineé.Semuanya dalam usia muda dan mampuberkembang biak. Apa mereka juga Neothique ? Sampai kemudian ditemukan adanya larva dariAmbystoma ( sejenis amphibi juga ). Untukmembuktikannya pada Axolotl disuntikkan hormonTyroksin yang mempercepat pendewasaan alam.Dan ternyata Axolotl itu berubah menjadiAmbystoma. Tentu saja percobaan yang samadilakukan pada Proteus, namun gagal. Hormon ituhanya membawa perubahan kecil pada kulit,sedangkan rongga paru-paru tidak berkembanglebih besar dari ibu jari.

Binatang ini menimbulkan banyakkontroversi di dunia ilmu pengetahuan. Contohnya pada sistem reproduksi. Proteus dikenal sebagai ovivar dan yang betina mampu bertelur 60 – 80 butir. Tetapi pendapat lain mengatakan bahwa ia mampu melahirkan.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah kemampuannya bertahan hidup pada usia muda. Pada tahun 1926 Henri Godeau de Kerville anggota Socièté Zoologique de France menyadari adanya specimen yang menurutnya mampu bertahan selama 8 tahun tanpa makanan. Peneliti lain bahkan mengatakan dalam waktu yang lebih panjang. Jacques Durand membuktikan bahwa ketika seekor Proteus dewasa tidak diberi makan, dia hanya mampu bertahan selama beberapa bulan. Daya tahan ini sudah dapat dikatakan luar biasa.

Namun terlepas dari semua itu, Proteus tetaplah menjadi korban yang terancam kehidupannya. Keingintahuan ilmu pengetahuan menimbulkan perdagangan gelap, dengan penggunaan jala ikan sebagai alat penangkapnya dan kini kegiatan penangkapan secara liar sudah dilarang. Meski sudah tertulis di Konvensi Washington tentang perdagangan binatang yang dilindungi, Proteus tetap terancam oleh pedagang gelap dan polusi di sungai Karst oleh industri. Sampai sekarang jumlah pasti binatang ini tidak diketahui.

Diterjemahkan dari artikel :

Di majalah : JUNIOR, France

Ika Mariana– Retno Trijati

foto : http://www.arkive.org/cave-salamander/proteus-anguinus/

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s